Jumat, 16 April 2010

Perang di Koja


Nettachy.blogspot.com

Tragedi berdarah kembali terjadi antara warga Muslimin dengan Satpol PP yang berusaha membongkar makam Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara (14/4) atas tuntutan Pelindo karena Pelindo menyatakan bahwa tanah di area Mbah Priok dimakamkan adalah tanah milik Pelindo.

Bentrok yang telah memakan korban ratusan luka-luka dan beberapa korban jiwa yang kebanyakan karena hantaman batu, pukulan benda tumpul dan sabetan benda tajam telah mendapat sorotan dari masyarakat luas. Betapa tidak, dalam kejadian tersebut banyak stasiun televisi menayangkan betapa mengecewkannya aparat di Indonesia ini terutama Satpol PP dengan anrkisnya membantai masyarakat yang mencoba mempertahankan Pakubuminya Jakarta ini. Umat muslim mana yang rela pemakaman Waliyullah dibongkar. Suatu penghinaan yang sangat membakar amarah.


Terlihat begitu anarkisnya Satpol pamong Praja ini sangat terlihat sekali, seorang remaja yang telah tak berdaya menjadi bulan-bulanan aparat, seorang anggota dewan juga menjadi sasaran Satpol PP. siapakah yang akan bertanggung jawab atas insiden memalukan ini?

Dari Komnas HAM bahkan banyak pihak yang meminta Satpol PP untuk dikembalikan kepada fungsi awalnya yaitu menjaga gedung-gedung atau pusat-pusat pemerintahan atau dibubarkan. Sungguh disayangkan sekali atas kurangnya ketanggapan Pemerintah akan konflik semacam ini bahkan dikabarkan konflik semacam ini sudah ada sejak tahun 2004 dan bahkan telah banyak korban berjatuhan dan ada pula yang telah dipenjarakan saat itu.

Menurut Habib rizieq dalam mediasi di gedung walikota Jakarta (15/4) memberikan informasi yang sangat mengejutkan sekali dan bahkan dapat dilihat betapa buruknya Satpol PP, sebelum konflik berdarah terjadi dari FPI telah menurunkan ustadz utusan untuk meredam dari kedua belah pihak namun hal semacam itu tidak ditanggapi aparat dengan baik akan tetapi malah menolak dengan berkata “KAMI INGIN PERANG SAJA” dan bahkan ada salah satu aparat yang menendang ustadz yang mencoba untuk mencoba meredam aparat. Sungguh memaukan sekali. Namun dalam mediasi itu juga kedua belah pihak dengan didampingi Walikota Jakarta telah mendapatkan sembilan poin persetujuan, salah satunya adalah Makam tidak akan dibongkar.

Melihat kejadian ini apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah. Banyak masyarakat yang menyayangkan sikap Satpol PP dan bahkan menuntut Satpol PP untuk dibubarkan. Gubernur DKI Jakarta telah mengungkapkan rasa berduka cita dan permohonan maaf atas insiden berdarah tersebut. (Richy)



0 komentar:



 

-BERITA KITA ----- Selamat Datang Blogger Jepara ---- Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha